Kesehatan

Terapi untuk Pengidap Gejala Psikosomatis

Psikosomatis terdiri atas dua kata, yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis merupakan penyakit yang melibatkan tubuh dan pikiran. Pikiran akan memengaruhi tubuh sehingga penyakit muncul atau membuatnya (penyakit) bertambah parah. Istilah gangguan psikosomatis ini digunakan untuk menyatakan keluhan fisik yang diduka karenafaktor psikis atau mental, seperti rasa cemas dan stress.

erlinahappyplay.com

Istilah di psikologi, psikosomatis atau penyakit “fungsional” adalah kondisi yang membuat rasa sakit serta masalah fungsi tubuh meski tidak ditemukan kelainan di pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan rontgen ataupun tes darah. Pikiran bisa menyebabkan munculnya perubahan atau gejala di fisik seseorang. Misalnya, ketika merasa cemas atau takut, dapat memunculkan tanda seperti jantung berdebar-debar (palpitasi) denyut jantung cepat, ingin muntah atau mual, berkeringat, gemetaran (tremor), sakit dada, mulut kering, sakit perut, sakit kepala, dan lain sebagainya. Gejala fisik tersebut dikarenakan meningkatnya aktivitas listrik atau impuls saraf dari otak ke beberapa bagian tubuh. Selain itu, pelepasan zat adrenalin (epinefrin) ke aliran darah bisa menyebabkan gejala fisik yang kami sebutkan tadi.

Hingga sekarang, entah bagaimana, pikiran bisa menyebabkan gejala lain dan memengaruhi gejala fisik, seperti dada, ruam di kulit, darah tinggi yang belun diketahui secara jelas. Impuls saraf yang arahnya ke bagian-bagian tubuh atau otak diperkirakan bisa memengaruhi sel tertentu di sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan munculnya gejala penyakit. Sewaktu faktor mental memunculkan gejala penyakit, namun penyakit tersebut tidak bisa dideteksi secara fisik, serta adanya keluhan sakit yang tidak sesuai dengan gejala. Maka, kondisi tersebut dikelompokkan ke dalam gangguan psikosomatis. Keluhan ini kadang sulit dikenali, baik oleh dokter maupun penderitanya karena tidak menunjukkan gejala dan tanda yang spesifik. Namun, satu hal yang pasti, gangguan ini bisa menyebabkan masalah nyata bagi penderita maupun orang di sekitar.

Untuk melakukan therapy psikomatis, bisa mengaplikasikan kiat-kiat di bawah ini.

  • Latihan relaksasi atau meditasi
  • Akupunktur
  • Latihan teknik pengalihan
  • Metode terapi kognitif
  • Terapi listrik: transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)
  • Hypnosis (hipoterapi)
  • Obat-obatan, seperti penghilang rasa sakit atau antidepresan yang diresepkan oleh dokter.

Dengan artikel yang kami tuliskan kali ini semoga memberikan manfaat yang tepat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *